Data sementara pemungutan suara menunjukkan partisipasi pemilih muda meningkat tajam pada pemilu daerah kali ini. Kelompok usia 17-30 tahun mendominasi antrean di banyak TPS.

Komisioner KPU menyebut kampanye kreatif di media sosial menjadi salah satu faktor pendorong. Konten edukasi kepemiluan yang dikemas ringan terbukti menjangkau generasi muda.

Sejumlah TPS bahkan melaporkan harus menambah surat suara cadangan karena membludaknya pemilih muda yang datang di luar daftar pemilih tetap.

Pengamat politik menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi demokrasi. Generasi muda yang melek politik akan menjadi penyeimbang kualitas kepemimpinan daerah.